DUKUNGAN SOSIAL DAN PERILAKU PROMOSI KESEHATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

Kadek Nuryanto, Nengah Adiana

Abstract


Pendahuluan : Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu golongan umur yang banyak menderita hipertensi adalah lansia. Selain perubahan fisik alasan umum berkembangnya penyakit hipertensi berhubungan dengan perilaku promosi kesehatan, seperti perilaku mengkonsumsi makanan tinggi lemak, garam, mengkonsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas fisik.

Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubungan dukungan sosial dengan perilaku promosi kesehatan pada lansia dengan hipertensi.

Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross-sectional Penelitian ini melibatkan 132 lansia yang diambil dengan tehnik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara secara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Spearmen’s rho digunakan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan perilaku promosi kesehatan.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial masyarakat sebagian besar dalam katagori cukup 58,3%, begitu pula perilaku promosi kesehatan sebagian besar cukup 59,1%. Berdasarkan uji statistic spearman’s, diperoleh hasil r=0,2, p p < 0,01) yang berarti ada hubungan antara dukungan social dengan perilaku promosi kesehatan lansia yang mengalami hipertensi

Simpulan. Semakin baik dukungan sosial maka semakin baik pula perilaku promosi kesehatan lansia dalam menanggulangi masalah kesehatannya.

 

 


Keywords


Dukungan Sosial, Perilaku Promosi Kesehatan, Lansia, Hipertensi

Full Text:

PDF

References


Avrianti, K. (2009). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Gaya Hidup Sehat Mahasiswa S1 Peminatan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2009. (Thesis). Jawa Barat: Universitas Indonesia.

Beavers, D. G. (2008). Bimbingan dokter pada tekanan darah. Jakarta: Dian Rakyat.

Brunner & Suddarth. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8. Jakarta: EGC

Darmojo, R. B. (2009). Teori Proses Menua. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam

Chobanian. A. V. et al. (2003). The Seventh Report of The Join National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, The JNC 7 Report. USA : American Medical Association

Fajar, dkk. (2009). Statistika Untuk Praktisi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Githa, I.W. Yasa, I. D. P. G. P., & Sudiantara, K. Ketut Sudiantara. Tugas Keluarga dan Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensi pada Lansia. Diperoleh tanggal 26 Oktober 2014, dari http://www.jurnalkeperawatanbali.com

Haryono et al. (2009). Prevalensi Gangguan Tidur pada Remaja Usia 12-15 Tahun di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Prevalensi Gangguan Tidur Pada Remaja Usia 12- 15 Tahun Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, 11(3), 149–154.

Hidayat, A. A.A. (2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika.

Hikmawati, I. (2011). Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan.Yogyakarta: Nuha Medika

Junaedi, E., Yulianti, S., & Rinata, M. G.(2013). Hipertensi Kandas Berkat Herbal. Jakarta: FMedia

Kementrian Kesehatan RI. (2014a). Pedoman Umum Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Kholid, A. (2012). Promosi Kesehatan Dengan Pendekatan Perilaku, Media, dan Aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kowalski, R. E. (2010). Terapi Hipertensi Program 8 Minggu. Bandung: Qanita

Maryam, R. S., Ekasari, M. F., Rosidawati., Jubaedi, A., & Batubara, I. (2008). Mengenal usia lanjut dan perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.

Nugroho, H.W. (2008). Keperawatan Gerontik & Geriatrik (Edisi 3). Jakarta: EGC

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Nursalam. (2011). Metodelogi Penelitian. Jakarta : Salemba Medika

Notoatmodjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo. (2007). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Pender, N. J., Murdaugh, Carolyn L., & Parsons A. M. (2011). Health Promotion In Nursing Practice (Sixth Edition). United States of America

Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika

Polit, D. F. dan Beck, C. T. (2009). Essentials of Nursing Research: Appraising Evidence for Nursing Practice, Philadlpia: Wolters Kluwer Health/Lippicont Williams dan Wilkins

Polit, D. F. (2010). Statisics and Data Analysis for Nursing Research, Pearson

Price, A. S. & Wilson, M. L. (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC

Regina, L.T., Lee., Alice J. T., Yuen L. (2005). Health-Promoting Behaviors and Psychosocial Well-Being of University Students In Hongkong, 22, 209-220.

Siswanto. (2006). Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta : Penerbit Andi

Strisanti, S. (2015). Perilaku Promosi kesehatan Pada Mahasiswa STIKES Bali. (Skripsi). Denpasar. STIKES Bali

Swarjana, I.K. (2013). Metode Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Andi Offset

Tamher, S., & Noorkasiani. (2011). Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan asuhan keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Walker, S.N., Sechrist, K.R., Pender, N.J. (1987). The Health-Promoting Lifestyle Profile: development and psychometric characteristics. 36(2), 76-78.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.